Ketentuan Terkini Berlibur di Pulau Seribu

Ketentuan Terkini Berlibur di Pulau Seribu

Beberapa tempat rekreasi Jakarta sebelumnya ditutup mulai dibuka kembali semenjak periode new normal dengan Ketentuan Berlibur Pulau Seribu .

Tentu saja, harus tetap mengaplikasikan prosedur kesehatan, baik di tempat rekreasi darat atau air, seperti pada Pulau Seribu.

Persyaratan dan Ketentuan Terkini Berlibur di Pulau Seribu Sepanjang New Normal

Nah, untuk kamu yang ingin kembali menyelam di Kepulauan Seribu, ada aturan-aturan baru yang perlu kamu taati. Baca pembahasan selengkapnya di bawah ini!

Aman untuk didatangi selama saat normal baru

Bila banyak wilayah Jakarta sering dipastikan sebagai zone merah, berlainan dengan Pulau Seribu yang masuk ke zone aman.

Baca Juga: Perbedaan Transportasi di Swedia serta Indonesia

Karena, daerah Pulau Seribu jauh keduanya, hingga beberapa pelancong dapat berlibur dengan nyaman dan aman.

Ketentuan Berlibur Pulau Seribu Harus bawa alat menyelam individu

Bila kamu ingin menyelam di Pulau Seribu, ada banyak prosedur kesehatan baru yang harus dituruti, diantaranya:

  • Bawa dan tangani alat selam sendiri.
  • Lakukan disinfektan berdikari pada semua alat selam yang dipunyai.
  • Bersihkan sendiri alat selam tiap sesudah digunakan.
  • Bawa alat selam pada kondisi terbungkus dalam tas atau plastik sendiri tanpa tercampur dengan beberapa alat pelancong lain.

Untuk beberapa pelancong yang ingin bertandang, tidak perlu cemas bila menyelam sendirian. Masalahnya Pulau Seribu akan mendatangkan pelatih menyelam atau snorkeling yang akan membantu pelancong. Lawatan pelancong juga terbatasi cuman 50 % dari kemampuan umumnya.

Ketentuan yang perlu dipatuhi di Pulau Seribu

Berdasar SK Disparekraf DKI Jakarta Nomor 131 Tahun 2020, ada banyak ketentuan yang harus dipatuhi bila ingin menyelam di Pulau Seribu, salah satunya Ketentuan Berlibur Pulau Seribu :

Formulir itu dikirimkan dan diterima staf dive center atau dive operator, sehari saat sebelum keberangkatan.

Menyertakan surat info sehat dari dokter, rumah sakit, atau hasil rapid test atau swab negatif COVID-19 yang berjalan 7-14 hari. Surat ini dikirimkan lewat e-mail atau WhatsApp bersama formulir di atas.

Menyertakan hasil medical checkup sebagai penyintas COVID-19 (ODP/PDP/Positif COVID-19).

  • Harus bawa alat minum dan makan individu.
  • Jaga jarak antar pelancong minimum satu mtr..
  • Memakai masker penutup mulut dan hidung.
  • Rajin membersihkan tangan dengan sabun atau bawa hand sanitizer individu.
  • Lakukan check temperatur tubuh seperti ketentuan.

Beberapa pelancong yang menyelam harus patuhi SOP untuk penjagaan penyebaran COVID-19.

Itu ketentuan terkini menyelam di Pulau Seribu selama saat normal baru yang harus dipatuhi beberapa pelancong. Walau cukup repot dari umumnya, tapi ini harus dilaksanakan untuk kebaikan bersama. Selalu gunakan maskermu dan menjaga kebersihan lingkungan ya!

  • Lombok Saat New Normal, Ini Tips-nya!
  • Tidak lagi bawa hasil rapid tes ya

Ada berita bagus untuk kamu yang ingin berlibur ke Lombok, nih! Karena, beberapa tempat rekreasi di Lombok telah dibuka semenjak 27 Juni 2020. Salah satunya seperti tiga Gili, teritori rekreasi Senggigi, teritori Rinjani non-pendakian, dan Mandalika.

Tetapi, semenjak dibuka kembali, teritori rekreasi tersebut cukup sepi. Nah, bila kamu ingin berlibur ke situ dalam kurun waktu dekat, baca beberapa persyaratan terkini rekreasi ke Lombok saat new normal yang perlu dipatuhi calon pelancong di bawah ini.

  1. Bawa hasil swab test PCR

Tiap orang yang dari luar Nusa Tenggara Barat, harus bawa hasil test swab PCR negatif yang berjalan sepanjang 14 hari semenjak hasilnya dikeluarkan. Maka hasil test non-reaktif itu harus diperlihatkan ke petugas di Lapangan terbang Internasional Lombok.

Sedang, untuk pelancong yang dari luar negeri, harus memperlihatkan jati diri seperti KTP, paspor, atau tanda pengenal yang lain, dan surat info tes test PCR dengan hasil yang negatif yang dilaksanakan di negara asal keberangkatan.

Bila tidak bisa memperlihatkan surat hasil test PCR dari negara keberangkatan, karena itu harus lakukan test PCR saat datang di Lombok.

  1. Jalani karantina

Sesudah memperlihatkan hasil test swab PCR, pelancong harus jalani karantina sepanjang 14 hari saat sebelum meneruskan perjalanan ke tempat rekreasi arah.

Sedang, untuk pelancong luar negeri yang menanti hasil test PCR, harus jalani karantina pada tempat fasilitas karantina khusus yang disiapkan pemerintahan atau manfaatkan pondokan yang bersertifikat dari Kementerian Kesehatan.

  1. Document yang perlu dibawa untuk naik pesawat

Ada banyak persyaratan terkini yang tercantum dalam Surat Selebaran (SE) Gugusan Pekerjaan Pemercepatan Pengatasan COVID-19 Nomor 7 Tahun 2020, berkenaan Persyaratan dan Syarat Perjalanan Orang Dalam Periode Penyesuaian Rutinitas Baru Ke arah Warga Produktif dan Aman Corona Virus Disease 2019. Salah satunya:

Tiap orang harus menggunakan masker, menjaga jarak, dan bersihkan tangan. Bawa jati diri seperti KTP atau tanda pengenal yang lain yang sah.

Memperlihatkan surat info tes test PCR dengan hasil yang negatif yang berjalan 7 hari, atau surat info test Rapid dengan hasil non-reaktif yang berjalan tiga hari di saat keberangkatan.

Memperlihatkan surat info bebas tanda-tanda seperti influenza yang dikeluarkan oleh dokter rumah sakit atau puskesmas, untuk wilayah yang tidak mempunyai sarana test PCR atau test Rapid.

Mengambil dan aktifkan program Perduli Jagalah pada hp individu.

Itu beberapa persyaratan terkini rekreasi ke Lombok saat new normal yang perlu kamu kerjakan. Seharusnya siapkan dari saat ini agar dapat berlibur dengan nyaman dan aman ya. Masih taati prosedur kesehatan dan selalu menjaga kebersihan ya!

Kawah Ijen di Periode New Normal, Harus Tahu!

Targetkan berliburmu secara baik dan masak, ya

Masuk periode normal baru, beberapa tujuan rekreasi di Indonesia mulai dibuka kembali secara setahap. Diantaranya Taman Rekreasi Alam Kawah Ijen, Jawa Timur. Tujuan alam itu telah membuka semenjak 11 Juli kemarin.

Kawah yang berada di Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi ini telah buka kembali pendakian di Gunung Ijen. Walau demikian, pengurus berlakukan limitasi jumlah pengunjung.

Untuk kamu yang berencana perjalanan berlibur ke Gunung dan Kawah Ijen, ada banyak persyaratan dan panduan yang harus dipahami. Yok, baca pembahasan secara lengkap di bawah ini!

  1. Registrasi dilaksanakan lewat cara online

Jika umumnya beberapa pendaki yang tiba dapat lakukan registrasi langsung, sekarang telah tidak berlaku kembali. Kamu harus mendaftarkan lewat cara online dengan terhubung ke https://ijenbluefire.bbksdajatim.org.

Jumlah pengunjung yang terbatasi juga membuat ticket Kawah Ijen terjual habis bisa lebih cepat. Ini dilaksanakan faksi pengurus Taman Rekreasi Alam Kawah Ijen, agar tidak terjadi penimbunan pelancong.

  1. Cuman ditujukan pelancong lokal

Faksi pengurus belum juga membolehkan pelancong luar negeri untuk masuk di dalam tujuan rekreasi. Hingga, cuman pelancong lokal saja yang dibolehkan berlibur kesini.

Pelancong lokal yang diartikan ialah pengunjung dari wilayah Bondowoso dan Banyuwangi saja. Buat kamu yang ada di luar wilayah itu tidak boleh cemas, kamu bisa bertandang dengan bawa hasil rapid tes dengan hasil non-reaktif.

  1. Harus kenakan masker

Hampir serupa dengan tujuan rekreasi yang lain yang dibuka saat normal baru, pemakaian masker benar-benar diharuskan. Kecuali menahan penyebaran virus corona, masker bermanfaat untuk terbebas dari asap belerang yang dihirup ketika ada di seputar kawah.

Bahkan juga, pengurus mengharuskan pelancong yang tiba untuk memakai masker sejenis khusus, yaitu N95 atau respirator. Jika kamu tidak mengantarnya, ada banyak penjual yang jual atau sewakan di situ.

  1. Diinginkan bawa makanan sendiri

Kecuali harus kenakan masker, kamu harus juga mengaplikasikan menjaga jarak dan membersihkan tangan lebih dulu saat sebelum mendaki. Ada banyak wastafel yang telah disiapkan di lajur awalnya pendakian.

Tetapi, yang terpenting ialah faksi pengurus Taman Rekreasi Alam Kawah Ijen tidak sediakan tempat untuk orang jualan makanan. Oleh karena itu, kamu harus bawa makanan sendiri. Kecuali lebih sehat, pasti jadi irit.

  1. Panduan liburan di Kawah Ijen

Kawah Ijen adalah salah satunya tujuan rekreasi yang difavoritkan di Jawa Timur. Panoramanya demikian cantik, apa lagi adanya blue fire. Agar berliburmu di sini berasa optimal, yakinkan semua penyiapannya telah masak ya.

Untuk dapat capai kawah, kamu harus berjalan dan mendaki lebih kurang tiga km dengan waktu pintas 2-4 jam. Sudah pasti perlu fisik dan stamina yang kuat, hingga yakinkan kamu telah olahraga sekian hari saat sebelum pergi.

Pakai juga baju yang nyaman dan hangat, ingat temperatur udara di kawah yang cukup dingin. Gunakanlah jaket yang tebal, sarung tangan, beanie, dan syal bila memang diperlukan. Janganlah lupa selalu kenakan masker seperti saran, ya.

Waktu terbaik nikmati blue fire di Kawah Ijen ialah sejauh Desember sampai Januari. Saat itu kabut mulai tipis, hingga daya tarik blue fire dapat nampak lebih terang.

Itu aturan-aturan saat bertandang ke Kawah Ijen di periode normal baru yang harus kamu patuhi, dan tips-tipsnya. Yakinkan kamu telah berencana berliburmu dengan masak dan patuhi prosedur kesehatan, agar selalu aman saat perjalanan.